• Universitas Gunadarma Depok

    Informasi Depok - Universitas Gunadarma atau disingkat UG adalah salahsatu Universitas ternama di kota Depok selain UI (Universitas indonesia). Dengan memiliki beberapa kampus terpisah di Kota Depok diantaranya teletak di Jl. Margonda Pondok Cina Depok dan di Jl. Akses Kelapa Dua Depok menjadikan Universitas ini cukup dikenal warga Depok. ...

  • Pastore Tunggu Kedatangan Ronaldo di PSG

    Paris - Javier Pastore menganggap Cristiano Ronaldo sebagai pemain dengan kemampuan individu yang luar biasa. Dia pun akan menyambut gembira kalau Ronaldo bisa bergabung dengannya di Paris Saint-Germain....

  • Cara Install Ubuntu 12.04 LTS Dual Boot Dengan Windows 7

    1. Saat anda masih berada pada Desktop Windows 7, tugas anda adalah membuat ruang kosong pada Hardisk di partisi C/System untuk tempat instalasi OS Ubuntu, caranya ialah klik Start --> Computer --> Manage...

  • Barca Dibongkar Dua Pemain Muda Celtic

    Glasgow - Setelah tak terkalahkan dalam 18 pertandingan di fase grup Liga Champions, Barcelona akhirnya rebah di Celtic Park. Mereka kalah oleh gol-gol pemain muda Celtic, salah satunya pemain asal Kenya.....

  • Lucescu: Shakhtar Lebih Baik daripada Chelsea

    London - Pelatih Shakhtar Donetsk, Mircea Lucescu, menganggap kekalahan dari Chelsea sungguh menyakitkan. Pasalnya, dia menilai timnya bermain jauh lebih baik daripada sang juara bertahan.....

  • Putin Sambut Hangat Kemenangan Obama

    Moskow, - Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut hangat kemenangan Presiden Barack Obama dalam pilpres Amerika Serikat (AS). Putin bahkan secara langsung mengirimkan telegram kepada Obama yang berisi ucapan selamat....

Showing posts with label nasional. Show all posts

Banjir di Nias Barat Sudah Surut, Warga Kembali ke Rumah

Rabu, 07/11/2012 23:16 WIB
Khairul Ikhwan - detikNews
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSPPjWI2X5QsCNABH-DllSLJGIYd79LQ9wkkg8rcoTjMY5eCrVwzg



Banjir (ilustrasi)
Medan - Banjir yang melanda Kabupaten Nias Barat, Pulau Nias, Sumatera Utara (Sumut) sudah sepenuhnya surut. Warga yang semula berada di pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Bagian Humas Pemkab Nias Barat, Simesono Hia, menyebutkan warga sudah mulai membersihkan kediamannya masing-masing. Kendati demikian, bantuan tetap disalurkan.

“Tadi, Pak Bupati Adrianus Aroziduhu Gulo juga memberikan bantuan untuk masyarakat yang berada di Kecamatan Mandrehe Barat,” kata Simesono Hia kepada wartawan, Rabu (7/11/2012).

Sebelumnya, banjir yang terjadi sejak Minggu (4/11) itu menyebabkan setidaknya 7.706 jiwa menjadi korban. Para korban banjir itu tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Lahomi, Sirombu, Mandrehe Utara, Mandrehe Barat dan Moroo.

Banjir juga menyebabkan dua jembatan terputus. Satu jembatan di Simaeasi sudah diatasi sementara dengan menggunakan jembatan darurat. Sedangkan jembatan di Lahomi yang amblas setelah diterjang banjir masih belum diperbaiki. Putusnya jembatan itu sempat memutuskan arus transportasi 6 desa.

“Sekarang, jembatan di Lahomi itu masih belum diperbaiki, tetapi warga bisa melintas melalui dasar sungai, sebab sudah tidak banjir lagi. Bisa melintas sudah,” kata Hia.

Banjir kali ini, tukas Hia, menyebabkan lebih dari 200 hektar lahan tanaman padi warga tergenang air. Padi itu sudah mendekati masa panen sehingga kerugian dirasakan cukup besar. Selain itu kerugian akibat hanyutnya ternak dan kerusakan tempat tinggal.

(rul/rmd)

Universitas Gunadarma Depok

Universitas Gunadarma Depok
Informasi Depok - Universitas Gunadarma atau disingkat UG adalah salahsatu Universitas ternama di kota Depok selain UI (Universitas indonesia). Dengan memiliki beberapa kampus terpisah di Kota Depok diantaranya teletak di Jl. Margonda Pondok Cina Depok dan di  Jl. Akses Kelapa Dua Depok menjadikan Universitas ini cukup dikenal warga Depok.

Kota depok cukup terkenal dengan kampusnya, dimanapun kita berada kita dapat menjumpai mahsiswa-mahasiswa yang pulang-pergi dari kampusnya, misal di dalam Angkot (Angkutan kota) kita dapat melihat sekitar 30% adalah penumpang mahasiswa (pada jam-jam atau hari-hari tertentu). Disini Universitas Gunadarma juga turut berperan meramaikan mahasiswa-mahsaiswa yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas.


Tidak mau kalah saing dengan Universitas atau kampus-kampus disekitarnya semisal UI dan BSI, UG juga berpartisipasi dalam membantu bidang pendidikan lainnya di kota Depok, diantaranya, mengadakan Try Out rutin setiap tahun di SMA atau SMK di kota Depok, program beasiswa bagi mahsiswa baru (dilihat dari hasil Try Out setiap sekolah).

Lokasi Kampus

* Kampus A di Jl. Kenari III No. 33 Jakarta Pusat
* Kampus B di Jl. Salemba Bluntas Jakarta Pusat
* Kampus C di Jl. Salemba Raya No. 53 Jakarta Pusat
* Kampus D di Jl. Margonda Raya 100 - Depok
* Kampus E di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
* Kampus G di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
* Kampus H di Jl. Akses Kelapa Dua, Cimanggis
* Kampus J di Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi


Situs Web
http://gunadarma.ac.id

KAWAH GUNUNG KERINCI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXcsq91PI5hFFa_VjHQ2qdq1D7dIWreNojJ5aQhtyBTX3hNz-io8ILQkj234weyQxwFw_M3afQtEf5TNRw4VpJ7nD0ltA8lWvCiXAfz8msSRm7ityhZcIezebq-G_jscLyCgh6cZ5nCnc/s320/ASLAB.jpg

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

Topografi

Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.

Flora dan Fauna

Tumbuhan dataran rendah di dominasi oleh beberapa jenis mahoni, terdapat juga tumbuhan raksasa Bunga Raflesia Rafflesia Arnoldi dan Suweg Raksasa Amorphophallus Titanum. Dengan taman nasional Leuser, taman ini terhalang oleh danau toba dan ngarai Sihanok. Sehingga beberapa binatang yang tidak terdapat di taman Leuser ada di sini seperti tapir (Tapirus indicus) dan kuskus (Tarsius bancanus).
Banyak terdapat binatang khas Sumatera seperti gajah, badak sumatera, harimau, beruang madu, macan tutul, kecuali orang utan. Berbagai primata seperti siamang, gibbon, monyet ekor panjang dan Presbytis melapophos. Terdapat juga 140 jenis burung.

Pendakian

Gunung ini dapat ditempuh melalui darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Dapat juga ditempuh dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu. Dengan pesawat terbang dapat mendarat di Padang atau Jambi.
Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat di temui mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo.
Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos penjagaan TNKS atau R10 pada ketinggian 1611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh.
Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan.
Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen.
Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau.
Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajad.
Pos 1 ini berada di ketinggian 2.225 mdpl dan terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadangkala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat tetapi masih bertemu dengan medan yang landai.
Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka.
Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam.
Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3351 mdpl, tempat ini cukup lapang dan bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir dan batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci